Perpustakaan | IAIN Pekalongan

IAIN Pekalongan Menyiapkan Akreditasi Perpustakaan

E-mail Print PDF

WhatsApp Image 2019-08-15 at 06.00.17PEKALONGAN – Perpustakaan IAIN Pekalongan melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) dengan tema self assessment persiapan akreditasi perpustakaan IAIN Pekalongan. Acara FGD dilaksanakan di Hotel Dafam Pekalongan, pada tanggal 15 Agustus 2019. Kegiatan ini, disamping diikuti oleh staf perpustakaan IAIN Pekalongan, juga dihadiri tim dari Lembaga Penjaminan mutu, UPTID, bagian perencanaan dan keungan IAIN Pekalongan

Tujuan FGD ini adalah untuk penguatan persiapan akreditasi Perpustakaan IAIN Pekalongan tahun 2020-2021. Akreditasi Perpustakaan harus dilaksanakan karena untuk meningkatkan dan menjaga kualitas mutu perpustakaan, sesuai dengan Standar Perpustakaan Perguruan Tinggi yang dikeluarkan oleh Perpustakaan Nasional.


Narasumber pada acara ini Mufid, S.Ag, S.S, M.Hum, Pustakawan Madya UIN Maliki Malang dan Dr. H. Muhlisin, M.Ag, Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kelembagaan IAIN Pekalongan,. Menurut Dr. Muhlisin, M.Ag, akreditasi Perpustakaan merupakan sebuah keharusan bagi setiap perpustakaan perguruan tinggi baik negeri maupun swasta. Akreditasi Perpustakaan adalah “Harga Mati”, karena untuk memberikan kepastian kepada civitas akademika IAIN Pekalongan bahwa perpustakaan kita itu legal. Legal dalam hal ini, bukan hanya dari segi organisasi, tata kelolanya saja, tapi jugal dalam hal pengakuan publik dari perpustakaan Nasional khususnya dan masyarakat pada umumnya. Beliau mengharapkan Perpustakaan IAIN Pekalongan bisa menjadi destinasi yang wajib dikunjungi oleh berbagai jenis perpustakaan di Pekalongan dan sekitarnya.


Mufid, S. Ag., SS., M. Hum sebagai narasumber utama dalam FGD ini menekankan bahwa paling tidak ada 4 lembaga yang diuntungkan dalam akreditasi perpustakaan ini yakni, pertama perpustakaan itu sendiri, lembaga-lembaga di lingkunagn IAIN Pekalongan, pemerintah dan masyarakat. Beliau juga menjelaskan bahwa untuk melihat mutu perpus terdapat enam komponen yang wajib diimplementasikan di perpustakaan, yaitu 1) koleksi baik kualitas dan kuantitas, 2) sarana dan prasarana yang memadai, 3) Pelayanan yang humanis, nyaman dan menyenangkan, 4) sumber daya manusia perpustakaan yang berkualitas dan terpenuhi kuantitasnya, 5) penyelenggaraan dan pengelolaan, dan 6) komponen penguat seperti inovasi dan kreativitas perpustakaan dalam member pelayanan kepada pemustakanya. Perpustakaan IAIN Pekalongan, menurut pandangan narasumber, sudah layak untuk diakreditasi, tetapi tetap ada beberapa bagian dari masing-masing komponen yang perlu ditingkatkan lagi baik kuantitas maupun kualitasnya agar bisa menjadi Perpustakaan Perguruan Tinggi dengan predikat akreditasi “A”. (JNT & MSM)

Add comment


Security code
Refresh